Monday, July 5, 2010

Beberapa Pertanyaan Seputar Penyakit Berbasis Lingkungan...

Adakah penyakit yang tidak disebabkan oleh faktor risiko lingkungan, sebutkan ?

Sebagian besar penyakit yang diderita manusia dikaitkan dengan interaksi hubungannya dengan lingkungan[1]. Interaksinya tersebut menimbulkan masuknya atau dimasukkannya zat, bahan, makanan, minuman, udara yang mengandung benda hidup atau benda mati berbahaya. Zat berbahaya didalam tubuh menimbulkan mengeluarkan racun atau toxin yang membuat kinerja suatu organ tubuh terganggu. Terkadang tubuh juga memberikan reaksi terhadap benda asing yang masuk membuat zat tersebut menjadi berlipat – lipat kali bahayanya atau meningkatkan toxicitynya, misalnya : metilasi untuk detoksifikasi pyridine menghasilkan methyl pyridinium chloride (8 kali lebih beracun). Beberapa penyakit tidak menular sekalipun diketahui disebabkan oleh faktor lingkungan, misalnya saja kanker hati disebabkan oleh racun aflatoxin yang dihasilkan oleh Aspergillus flavuspada bahan pangan (beras, jagung dan kacang – kacangan). Bahan pangan itu dapat menghasilkanAspergillus flavus dikarenakan kondisi penyimpanannya (tingkat kelembaban tinggi) memungkinkan tumbuhnya jamur tersebut. Merunut sejarahpun, banyak para ahli menyebutkan bahwa terjadinya penyakit selalu dikaitkan dengan fenomena alam atau dengan kondisi lingkungannya, contohnya : Hippocrates 460 – 377 SM, Jhon Snow 1854 dan sebagainya. Secara nyata kondisi suatu lingkungan dapat menurunkan dan meningkatkan derajat kesehatan manusia. Sehingga berlandaskan semua itu, diyakini bahwa tidak ada penyakit yang tanpa disebabkan oleh faktor risiko dari lingkungan.

Apa yang di maksud dengan Gene Mapping dan bagaimana kejadian penyakit kanker itu bisa terjadi ?

Gene Mapping merupakan analisis keterkaitan untuk menentukan posisi relatif antara dua gen pada kromosom yang bertujuan untuk mengkloning gen, terutama gen penyakit. Sekali gen dikloning, maka kita dapat menentukan DNA-nya, urutan – urutannya, fitur - fiturnya dan proteinnya. Pemetaan genetik mengacu pada penggunaan analisis keterkaitan untuk menentukan bagaimana dua gen pada kromosom yang berhubungan dalam posisi mereka. Sebagai contoh, cystic fibrosis (CF) adalah penyakit mematikan paling umum di Amerika Serikat. Sebanyak 1 dari 2500 orang Amerika keturunan Eropa Utara membawa gen dengan CF. Pada tahun 1985, gen dipetakan pada kromosom 7q31 - q32 keterkaitan dengan analisis empat tahun kemudian, ia dikloning oleh Francis Collins dan rekan - rekannya. Dan sekarang kita mengetahui bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh cacat saluran klorida

Deskripsikan mekanisme kekebalan (immune system) dalam proses hubugan interaktif antara komunitas dengan mikroorganisme, misalnya virus atau bakteri (ambil contoh sebuah kejadian penyakit) ?

Sistem kekebalan tubuh manusia diantaranya adalah kekebalan tubuh tidak spesifik, yakni ditujukan untuk menangkal masuknya segala macam zat dari luar yang asing bagi tubuh dan dapat menimbulkan penyakit, seperti berbagai macam bakteri, virus, parasit atau zat-zat berbahaya bagi tubuh. Sistem kekebalan yang tidak spesifik berupa pertahanan fisik, kimiawi, mekanik dan fagositosis. Pertahanan fisik berupa kulit dan selaput lendir sedangkan kimiawi berupa enzim dan keasaman lambung. Pertahan mekanik adalah gerakan usus, rambut getar dan selaput lendir. Pertahanan fagositosis adalah penelanan kuman atau zat asing oleh sel darah putih dan zat komplemen yang berfungsi pada berbagai proses pemusnahan kuman atau zat asing. Kerusakan pada sistem pertahanan ini akan memudahkan masuknya kuman atau zat asing ke dalam tubuh. Misalnya, kulit luka, gangguan keasaman lambung, gangguan gerakan usus atau proses penelanan kuman atau zat asing oleh sel darah putih (sel leukosit). Salah satu contoh kekebalan alami adalah mekanisme memusnahkan bakteri atau mikroorganisme lain yang mungkin terbawa masuk saat kita makan atau minum, contohnya pada kasus penyakit Diare, yakni makanan dan minuman yang mengandung bakteri coli. HCl yang ada pada lambung akan mengganggu kerja enzim - enzim penting dalam mikroorganisme. Lisozim merupakan enzim yang sanggup mencerna dinding sel bakteri sehingga bakteri akan kehilangan kemampuannya menimbulkan penyakit dalam tubuh kita. Hilangnya dinding sel ini menyebabkan sel bakteri akan mati. Selain itu juga terdapat senyawa kimia yang dinamakan interferon yang dihasilkan oleh sel sebagai respon adanya serangan virus yang masuk tubuh. Interferon bekerja menghancurkan virus dengan menghambat perbanyakan virus dalam sel tubuh.

Budaya atau kebiasaan yang dimanifestasikan dalam perilaku komunitas tertentu, sangat berperan dalam kejadian suatu penyakit. Sebutkan 2 contoh penyakit tersebut, dan deskripsikan ?

Masyarakat Jawa (Solo, Yogyakarta dan sebagainya) memiliki kebiasaan menggunakan logam arsenic dalam pembuatan keris. Pada pembuatan keris, arsenic sering disebut sebagai warangan. Keris dalam kesehariannya tidak pernah lepas dari warangan atau arsenic. Arsenic pada pembuatan keris untuk menghitamkan bilah untuk menampakkan pamornya, bukan menjadikan keris tersebut beracun. Keris yang mengandung arsenik/warangan dalam keadaan kering jauh lebih berbahaya, karena sifat arsenik kering adalah mengkristal, justru saat paling berbahaya adalah saat ritual 'marangi keris' tersebut, yang rawan adalah saat arsenik dalam bentuk solution, yang berbahaya untuk kulit/skin, mata, pernafasan dan lain - lain. Hal itu akan menyebabkan penyakit hyperkeratosis simetris pada tangan, telapak kaki, melanosis, depigmentasi, bowen disease, karsinoma, pada sel basal, karsinoma pada sel skuamosa atau dapat juga terjadi penyakit kanker paru – paru.

Minamata disease merupakan salah satu juga contoh penyakit yang merupakan hubungannya dengan perilaku komunitas. Diketahui bahwa penduduk di sekitar Teluk Minamata Jepang menggemari atau memiliki hoby makan ikan segar. Pada suatu waktu ikan yang dikonsumsi tersebut ternyata tercemar oleh methyl mercuri dari pabrik baterei Chisso Corporation. Secara tidak langsung logam berat methyl mercuri telah terdeposit di dalam tubuh penduduk di sekitar teluk Minamata. Pada akhirnya banyak warga mengeluhkan penyakit aneh, tremor pada wajahnya, bayi – bayi yang dilahirkan cacat dan sebagainya.

Gambarkan Teori Simpul dan deskripsikan secara singkat ?

Teori simpul diatas menggambarkan tentang patogenesis atau kejadian penyakit yang dapat diuraikan melalui 5 tahapan proses atau simpul. Simpul 1 disebut sumber penyakit, yakni sesuatu yang secara konstan atau titik yang mengeluarkan agent penyakit. Simpul 2 disebut komponen lingkungan, yakni suatu media transmisi atau media lingkungan yang dapat memindahkan agent penyakit tersebut. Simpul 3 disebut perilaku pemajanan, yakni komponen – komponen pada suatu penduduk yang berperan dalam patogenesis penyakit. Simpul 4 disebut kejadian penyakit, yakni outcome atau dampak yang ditimbulkan dari hubungan interaktif antara penduduk dengan lingkungan yang memiliki potensi bahaya kesehatan (sakit atau sehat). Simpul 5 disebut variabel suprasistem, yakni kejadian penyakit masih dipengaruhi oleh variabel – variabel lain yang berpengaruh (iklim, topografi, temporal dan lainnya).

Sebutkan contoh ukuran parameter simpul 2, 3 dan simpul 4 ?

Simpul 2 : Udara (kualitas fisik, biologi dan kimianya), air (kualitas fisik, biologi dan kimia), tanah/pangan, binatang/serangga, manusia/sescara langsung.

Simpul 3 : Behavioural exposure, status gizi, pengetahuan, sosial ekonomi dan lain – lain

Simpul 4 : Tekanan darah, kelainan fungsi otak (EEG), kelainan fungsi jantung (EKG), BTA dalam sputum, kadar gula darah dan sebagainya.

Dalam perspektif ekosistem kejadian penyakit adalah sebuah proses survival of the fittest sebuah spesies, khususnya manusia melawan organisme. Sebutkan 2 mikroorganisme yang hanya bisa hidup di dalam tubuh manusia. Sebutkan sebuah parasit yang hanya bisa kawin mawin (melangsungkan keturunannya) di dalam tubuh manusia ?

Mikroorganisme yang hanya bisa hidup didalam tubuh manusia contohnya virus cacar, virus polio, bakterihaemophilus influenza dan parasit yang hanya bisa kawin mawin di dalam tubuh manusia adalah virus dengue.Ketika berkembang biak dan mengikuti aliran darah atau cairan tubuh manusia, mereka mengeluarkan toksin yang dapat merusak sel – sel tubuh. Sehingga pada akhirnya racun atau toksin tersebut merusak organ – organ manusia seperti jantung, otak, ginjal, paru – paru dan sebagainya.

Di dalam kuliah pernah di ajarkan Community (public) health risks diagnosis sebuah kejadian penyakit dalam sebuah komunitas. Sebutkan apa yang dimaksud dengan Community (public) health Risks Diagnosis tersebut. Berikan contoh yang pernah diberikan di kuliah ditambah bacaan ataubrowsing internet ? Jawaban secara singkat.

Community (public) health Risks Diagnosis merupakan upaya mendiagnosis risiko kesehatan pada suatu komunitas atau dalam suatu wilayah tertentu dengan karakteristiknya tersendiri secara kompleks dengan cara mencari hubungan interaksi faktor – faktor yang memiliki risiko timbulnya penyakit. Misalnya penderita malaria menyebabkan produktifitas dalam suatu komunitas tertentu menurun, pekerjaannya sebagai pengelola tambak terlantar sehingga status ekonominya ikut menurun menjadi banyaknya atau tingginya kemiskinan yang menjadikan kriminalisasi meningkat seperi perampokan, penebangan kayu dan sebagainya. Dampak dari tambak terlantar mengakibatkan peningkatan jumlah perindukan nyamuk malaria, begitu juga dengan penebangan kayu membuat berkurangnya hutan bakau sehingga nyamuk bermigrasi ke pemukiman penduduk. Populasi nyamuk di pemukiman menjadi meningkat yang berakibat meningkatnya kasus penyebaran penyakit malaria pada suatu komunitas tersebut. Berikut disajikan contoh community health risk diagnosis pada suatu penyakit malaria di Lampung Selatan Tahun 2000[3] :





[1] Achmadi UF., Prof., Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah, Jakarta : 2007

[2] (Achmadi, 1987; Achmadi, 1991)

[3] Achmadi, UF., Prof. Power Point MPBW upaya kesmas untuk MDG Puskesmas., Lampung : 2010

1 comment: